06 Juli, 2009

Rapper Loon Converts to Islam, Changes Lifestyle


ISLAM AGAMAKU - Former Bad Boy artist Loon has made a declaration to change Hip-Hop following his conversion to orthodox Islam.
While reports surfaced last year of Loon’s (now named Amir Junaid Muhadith) conversion, the Harlem rapper recently made a public declaration on Al Jazeera, the sole independent news network stationed in the Middle East.

“Loon is working his way out of my system,” Loon stated, while sporting traditional Islam garb. “[I’m] happy to be accepting Islam, and finding the peace of mind I was always searching for in the music business…Thanks to Islam I was able to complete my search and now I’m very much at peace. Bad Boy days are over, I’m now what you call a good boy.”
Loon was a staple of the late 90s, early millennium Bad Boy roster. The Harlemite was most prominently featured on the hit singles “I Need a Girl, Part 1 & 2.”
When asked if he will continue to rap, Loon referenced the importance of being spiritually grounded before making that decision, as the media will be cognizant of any contradictory actions.
“Right now I’m focusing on studying Islam and becoming more knowledgeable of the deen (Islamic way of life),” Loon explained. “Being in the position of influence, I have to be able to protect myself. The media sometimes tries to use these transitions that artists make as an opportunity to make a mockery of Islam, or whatever faith a person might choose…But Allah knows best, maybe I will [return to rap].”
Acknowledging that mainstream Hip-Hop currently has a very low spiritual component, Loon asserts that it is a challenge to all artists who follow religious tenets.
“That’s something that all of us artists that have accepted Islam struggle with, because it’s a very fine line,” Loon said. “With me I really love the music, but it’s the lifestyle that’s really the bad influence. The music can be geared towards things that influence people to do positive things. But the actual part that detours people from practicing their faith or concentrating on positive things is the lifestyle.”
Last year, T-Pain, Akon, Busta Rhymes and others raised the ire of the Muslim world with their remix of “Arab Money,” which featured Qur’anic scripture over music.
This action is considered blasphemy in Islam, and forced the artists to remove the remix from rotation.
As a potential Islamic artist, Loon is aware of this issue and is considering the safer avenue of spoken word.
“The mass audience that we reach as artists are particularly in the club. So to have people in the club actually reciting ayahs (verses) or things that pertain to Islam would kind of give the wrong impression,” Loon detailed. “Spoken word is something I’ve been focusing on. I do have the lyrical ability to establish a lot of things that make Islam so beautiful. But it’s very hard to walk that fine line when you have music in the background that plays a role as dance rhythm or something that may mislead a person from the message we’re trying to give.”
Loon is the second Harlem rapper, following former friend Mase, to leave Hip-Hop due to spiritual enlightenment.
Loon’s last LP was a 2007 joint project with fellow Bad Boy alum G-Dep, entitled Bad Boy.
Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Nikah Massal Terbesar dalam Sejarah di Arab Saudi

ISLAM AGAMAKU - Gubernur Tabuk, Pangeran Fahd bin Sultan bin Abdul Aziz hari Kamis, 2 Juli, menyaksikan pernikahan massal terbesar dalam sejarah yang melibatkan 1.400 pasangan atau 2.800 orang laki-laki dan perempuan. Pesta pernikahan itu diselenggarakan di Gedung Pusat Sosial Pangeran Sultan bin Fahd di Tabuk, wilayah barat Arab Saudi.

Upacara sangat meriah dengan biaya sepenuhnya ditanggung Gubernur. Banyaknya pasangan yang menikah massal ini, menurut Fahd bin Sultan, menunjukkan bahwa tak mungkin manusia bisa hidup sendiri, tanpa orang lain. Semua manusia akan saling tergantung. Laki-laki butuh teman wanita dan wanita butuh teman laki-laki. Demikian seperti diberitakan harian Al-Watan edisi Jumat, 3 Juli.
“Saya menyarankan kepada kalian semua dan saya pribadi agar takut pada Allah Yang Maha Kuasa. Kalian harus tahu bahwa perkawinan adalah tanggung jawab yang sangat signifikan bagi pribadi kalian semua. Sejak kini setiap orang dari kalian akan menjadi bagian masyarakat dan bertanggung jawab penuh terhadap keluarga. Saya ikut berdoa semoga kalian semua berhasil menjalani kehidupan,” kata Gubernur Tabuk yang juga anak Putera Mahkota Arab Saudi itu.
Perkawinan massal adalah upaya kerajaan Arab Saudi untuk memudahkan proses pernikahan di negara kaya minyak itu. Pernikahan di Arab Saudi terbilang mahal karena memungut mahar yang sangat tinggi. Mahar tinggi adalah tradisi yang ingin didobrak sejumlah tokoh Saudi.
Pemerintah dan beberapa lembaga sosial di Arab Saudi banyak memberi bantuan untuk para lajang yang hendak menikah dengan bantuan uang mahar dan lain sebagainya.
Pangeran Fahd bangga melihat di wilayahnya bisa terselenggara perkawinan massal terbesar dalam sejarah Arab Saudi. Dari jumlah ini, sepertiga datang dari desa-desa di Tabuk.
Mereka sangat gembira bisa berpotret bersama Gubernur Tabuk. Hanya, pasangan wanitanya tidak ditampakkan.[hidayatullah]

Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Organisasi Yahudi Ancam Bunuh Pejabat Muslim AS

ISLAM AGAMAKU - Lembaga Sosial dan Masyarakat al-Hurriyyah yang berada di bawah naungan American Moslem Society mengumumkan bahwa direktur utamanya, Mehdi Berai mendapatkan ancaman pembunuhan dari salah satu organisasi Yahudi konservatif di negeri Paman Sam itu.

Dalam laporannya, Berai menyerahkan sepucuk surat berisi ancaman pembunuhan dari Laskar Kepentingan Yahudi, sebuah organisasi sayap kanan Yahudi di Amerika, kepada al-Hurriyyah.
Dalam keterangannya, al-Hurriyyah menjelaskan isi surat tersebut juga memuat beberapa ejekan, hinaan, dan umpatan kepada Islam, serta membawa isyarat kepada situs Jihad Watch yang dikelola oleh penulis Amerika ultra konservatif, Robert Spanser yang dikenal kerap memusuhi Arab dan Islam.
Di bagian belakang surat itu terdapat gambar pistol atau senapan yang hendak meletus, serta tulisan "Hiduplah Angkatan Bersenjata Israel", serta "Matilah Para Pelaku Jihad".
Laskar Kepentingan Yahudi (Quwwah al-Maham al-Yahudiyyah) sendiri terbilang sebagai organisasi sayap kanan Yahudi di Amerika yang memiliki hubungan dengan Rabbi Yahudi Amerika Meir Kahana, yang juga pendiri gerakan Kakh yang rasis.
Gerakan Kakh sendiri dilarang di Amerika, bahkan di Israel sendiri, karena terlalu konservatif.
Sementara itu, di sisi yang lain, Mehdi Berai menyatakan dirinya sudah kerap mendapatkan berbagai macam ancaman pembunuhan dari pihak-pihak tak dikenal.
"Saya sudah sering menerima ancaman serupa. Saking seringnya, pada akhirnya ancaman-ancaman itu tidak menggentarkan saya," ucap Berai.[hidayatullah]
Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Dewan Mufti Eropa Bahas Masalah Ekonomi dan Puasa

ISLAM AGAMAKU - Dalam sidangnya yang digelar selama sepekan sejak akhir bulan Juni lalu di kota Istanbul, Turki, Dewan Mufti Eropa atau Derwan Eropa untuk Fatwa (al-Majlis al-Urubbi li al-Ifta) membahas berbagai macam permasalaha ekonomi yang berkembang di Barat.

Para dewan Mufti itu mencoba mengkaji pelbagai macam praktik perekonomian yang berkembang di negara mereka dalam amatan kacamata hukum Islam. Adapun materi bahasan tersebut meliputi sembilan masalah utama: jual beli cek, obligasi, angsuran, asuransi, asuransi kesehatan, dan inflasi ekonomi.
Selain masalah ekonomi, dewan fatwa Eropa juga mengkaji perihal penentuan waktu puasa. Hal ini karena di beberapa negara Eropa seperti di Skandinavia, pada bulan-bulan tertentu, siang harinya hanya beberapa jam saja, dan selebihnya adalah malam hari, begitu juga, pada bulan-bulan yang lain, malam harinya hanya beberapa jam dan selebihnya adalah siang hari.
Dalam konferensi rutinan tersebut, dewan fatwa Eropa juga mengkaji kemungkinan penyatuan awal hari puasa dan awal hari raya idul fitri.
Konferensi yang digelar pada Selasa lalu ini dibuka oleh ketua persatuan ulama Muslim internasional, Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi, serta Sekjen dewan Syaikh Hassan Halaweh.
Konferensi ini juga dihadiri oleh banyak ulama terkemuka dari Arab, Asia, Eropa, dan Amerika. Beberapa tokoh Muslim Turki juga turut serta dalam konferensi ini, semisal Dr. Necmi Sidikoglu, direktur persatuan organisasi Islam Turki, juga Dr. Kalil Karim, professor pada Institut Kajian Islam, Istanbul, dan lain-lain.[hidayatullah]
Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Thailand Rayu Warga Muslim agar tidak Pisahkan Diri

ISLAM AGAMAKU - Thailand berencana akan menambah hak otonomi dan mempertimbangkan untuk memperluas penerapan hukum syariah di propinsi-propinsi Muslim yang berbatasan dengan Malaysia, demikian dikatakan oleh Abhisit.

Srisompot Jitprisomsri, dosen ilmu politik Universitas Pageran Songkhla, Pattani, mengatakan, “Sebagian besar Muslim Melayu hanya meginginkan hak otonomi dan desentralisasi administratif yang lebih luas, sehingga mereka mempunyai ruang bagi identitas kebudayaan dan agama mereka sendiri. Selama ini identitas asli mereka dikekang oleh pemerintah pusat.”
Namun sepertinya janji itu dilakukan setengah hati. Dalam sebuah wawancara di Singapura beberapa waktu lalu Abhisit mengatakan, “Desentralisasi dan ketentuan-ketentuan tambahan untuk memenuhi kebutuhan tertentu bisa diberikan. Kita dapat mengabulkan tuntutan atas kebutuhan penerapan hukum syariah, di bidang pendidikan.”
Abhisit, 44, yang menjabat sejak Desember tahun lalu, menekankan bahwa desentralisasi kekuasaan tidak akan sama dengan otonomi, yang ditentang oleh pemerintah.
Empat propinsi di selatan Thailand, Yala, Narathiwat, Pattani, dan Songkhla dulunya adalah wilayah otonomi dalam kesultanan Melayu Muslim yang merdeka. Pada tahun 1920 wilayah tersebut dianeksasi Thailand. Kemudian sejak tahun 1946, propinsi-propinsi yang mayoritas penduduknya Muslim, hanya diperbolehkan menerapkan hukum Islam secara terbatas, yaitu hanya pada hukum yang berkaitan dengan keluarga dan warisan.
Abhisit berupaya melakukan pendekatan rekonsiliasi dengan memberikan bantuan untuk pembangunan di wilayah-wilayah tersebut. Rencana pembangunan yang terencana, yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan akan dapat mewujudkan stabilitas di sana, demikian menurutnya.
Pekan sebelumnya ia mengatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan pelaksanaan pemilu untuk memilih pemimpin lokal di sana.
Sekarang ini hanya masyarakat Bangkok dan Pattaya yang bisa memilih pemimpin lokalnya sendiri. Sementara gubernur untuk 75 propinsi lainnya ditunjuk langsung oleh Menteri Dalam Negeri.
Benarkah pemerintah Thailand berniat memperbaiki hubungannya dengan propinsi-propinsi yang mayoritas beragama Islam? Kenyataannya, pada pertengahan Juni 2009, ketika ketegangan antara Muslim dan pemerintah meningkat, muncul semacam laporan dari banyak lembaga yang mengaku independen yang isinya justru mendeskriditkan komunitas Muslim.
Deep South Watch, kelompok yang getol menghitung bentrokan yang terjadi di wilayah selatan, memaparkan data bahwa operasi militer berskala besar yang pernah dilakukan pada Juni tahun 2007, bisa menekan aksi kekerasan di wilayah selatan hingga separuh jumlah aksi yang tejadi rata-rata per bulan di tahun 2008, yaitu kurang dari 100 kejadian. Dan katanya lagi, dalam 6 bulan pertama tahun 2009 ini jumlah aksi mulai meningkat lagi.
“Sepertinya kemajuan dalam mengatasi pemberontakan sejalan dengan taktik yang digunakan,” kata Anthony Davis, pengamat masalah keamanan dari Jane's Information Group di Thailand. “Para pemberontak membentuk kelompok mereka kembali, dan sebagaimana yang terlihat dalam bulan ini, mereka mempunyai kemampuan organisasi yang baik,” lanjutnya.
International Crisis Group mengatakan, para pemberontak merekrut pelajar Muslim yang taat, pekerja keras, dan berkelakuan baik dari sekolah-sekolah Islam untuk diajak bergabung dengan mereka.
Abhisit sendiri mengatakan bahwa negosiasi dengan pihak separatis tidak praktis, karena gerakan mereka “tidak terintegrasi.” Pemberontak di daerah yang luasnya sekitar dua kali wilayah Palestina itu, didukung oleh dana dari kartel-kartel obat terlarang, jaringan perdagangan manusia, dan sindikat kriminal lainnya. Demikian tegasnya.
Pada bulan Mei lalu pengadilan Thailand menyatakan tidak bersalah terhadap seorang petugas keamanan yang dituntut atas kematian 78 pria Muslim tahun 2004 yang mati lemas setelah diangkut dalam truk menuju ke sebuah markas militer.
Atas hal tersebut Abhisit berkomentar, pemerintahnya “membuktikan” kepada rakyat di wilayah itu bahwa “tidak akan ada lagi ketidakadilan”
“Kita harus melakukan pendekatan ini dan harus bersabar,” katanya. “Kita tidak dapat mengubah persepsi yang sudah terbentuk atau kepercayaan yang hilang di masa tujuh atau delapan tahun ini hanya dalam waktu beberapa bulan saja.”(hidayatullah]

Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Diki Chandra dan Irena Handono Bermubahalah

ISLAM AGAMAKU -Ribuan jama'ah dan ulama yang hadir di masjid Al Fajr, Jalan Cijagra Bandung menjadi saksi mubahalah keduanya. Upaya ini ditempuh setelah keduanya tidak mencapai titik temu setelah beberapa kali diupayakan jalan islah.
Menjelang sholat dhuhur akhirnya kedua pihak membacakan teks mubalah yang telah disiapkan FUUI selaku pihak yang memfasilitasi. Diki Candra didampingi istrinya membacakan teks tersebut terlebih dahulu, sementara Irena Handono yang didampingi suami, anak dan cucunya mendapat giliran selanjutnya.

Sebelumnya Diki Candra minta kepada KH. Athian Ali dari FUUI selaku fasilitator sedikit diralat teksnya.
Inti dari mubahalah ini adalah Diki dan keluarganya, begitupun Irena siap menerima laknat Allah jika berdusta. Irena sendiri tidak mengakui atas fitnah yang di lancarkan Diki, sedang Diki membenarkan dan meyakini apa di laporkan Imam Safari, saksi kunci kasus ini.
Seperti telah diketahui, kasus ini bermula saat orang yang bernama Imam Safari melaporkan kepada Arimatea bahwa pertengahan Setember 2008 lalu dia dikabarkan melihat Irena Handono di sebuah gereja di Singapura berpakaian biarawati dan berkalung salib saat keluar dari gereja. Masalah pun terus berkembang dan tak terselesaiakan hingga saat ini.
Sebelum keduanya membacakan teks mubalah,KH.Athian Ali membacakan kronologis kejadian dan latar belakang peristiwa ini di gelar.
Di akhir pembacaan KH.Athian meminta orang yang bernama Imam Safari untuk maju kedepan. Anehnya, setelah ditunggu dan dipanggil berulang Imam Safari tak muncul juga. Imam Safari sendiri seharusnya merupakan saksi kunci atas kasus ini dan yang harus mempertanggungjawabkan kesaksiannya.
Padahal, seperti pada laporannya kepada pihak Arimatea,Imam Safari mengaku bersedia datang dan mempertanggungjawabakan kepada pihak manapun atas kebenaran laporannya tersebut.
Walau dia tak hadir namun tak mengurungkan niat Irena untuk bermubahalah. Dan Diki Candra siap bermubalah bahwa Imam Safari ada. Acara sendiri diakhiri dengan takbir sebanyak 3 kali. Atas peristiwa ini Irena mengaku lega.
"Sekarang saya sudah lega," kata Irena sebelum pamitan. Sementara Diki Candra langsung pulang ke Jakarta.
Sementara saat jumpa pers KH.Athian belum yakin sepenuhnya apakah sosok Imam Safari ini nyata atau fiktif. Walau sebelumnya sosok Imam Safari ini pernah dipertemukan dengan KH.Athian dan pihak FUUI. Namun dalam pertemuan tersebut Imam Safari menyatakan tidak akan datang dalam mubahalah hari ini. Hadir pula Ketua MUI KH.Cholil Ridwan sebagai saksi dari pihak MUI.(hidayatullah]
Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Eropa Terbitkan Tuntunan Cara Mudah Mengenal Islam

ISLAM AGAMAKU - Sebuah program database kepustakaan disusun oleh para akademisi sebagai sebuah tuntunan yang memudahkan bagi orang-orang yang akan melakukan penelitian mengenai Islam di Eropa.
EURISLAM adalah sebuah database terbuka yang disediakan bagi masyarakat umum, namun dirancang khusus bagi kaum akademisi, organisasi dan pejabat pemerintahan.

EURISLAM menyusun pengumuman yang berkaitan dengan dua aspek terbesar dalam Islam di wilayah geografis Eropa: Jumlah Database tersebut mengandung berbagai ulasan mengenai artikel-artikel surat kabar, buku-buku, studi dan laporan-laporan, thesis dan karya ilmiah. Hingga saat ini, lebih dari 4.200 referensi bisa diperoleh secara gratis dalam bahasa Perancis atau Inggris.
Informasi dalam database EURISLAM disediakan oleh para anggota jaringan Eropa, didirikan oleh Felice Dassetto (CISMOC, Universitas Katolik Louvain, Belgia) dan Franck Frégosi (CNRS-PRISME/SDRE, Strasbourg, Perancis). CNRS adalah singkatan dari Centre National de la Recherche Scientifique, lembaga pusat penelitian ilmiah Perancis, adalah organisasi penelitian terbesar di Perancis
Jaringan tersebut menghubungkan para pakar Muslim dan pengetahuan Islam di Eropa untuk meningkatkan komunikasi antara berbagai disiplin ilmu yang berbeda, untuk mrangsang orang melakukan penelitian dan memfasilitasi akses kepada informasi kepustakaan.
Informasi dalam database EURISLAM utamanya didapatkan dari para anggota jaringan EurIslam. Orang-orang yang mencari pengetahuan dan juga para pengajar dari berbagai negara yang berbeda juga mengambil bagian dalam proyek tersebut.
Baik jaringan maupun database EURISLAM ditangani oleh Anne-Laure Zwilling.
EURISLAM adalah sebuah proyek dari PRISME – Société, Droit et Religion en Europe, sebuah pusat penelitian di universitas robert Schuman, Strasbourg, dan CNRS.
Pusat tersebut merancang situs internet dan databasse dalam bidang hukum dan sosiologi keagamaan: database kepustakaan, bacaan mengenai hukum dan database yurisprudensi, situs internet yang memberikan informasi kepada orang yang membacanya.
Komite ilmiah dari proyek tersebut terdiri dari Samim Akgonul yang berasal dari universitas Marc Bloch, Perancis; Franck Frégosi dari CNRS – PRISME/SDRE, Perancis; Nico Landman dari institut penelitian sejarah dan kebudayaan, universitas Utrecht, Belanda; Brigitte Maréchal dari CISMOC, Universitas Katolik Louvain, Belgia; Jorgen S. Nielsen dari pusat kajian Islam, Universitas Kopenhagen, Denmark; Anne-Laure Zwilling, koordinator jaringan dan manajer database dari CNRS – PRISME/SDRE, Strasbourg, Perancis.
Kerangka program ketujuh dari komisi Eropa telah melimpahkan dana sebanyak 1,4 juta Euro untuk proyek EURISLAM. Proyek perbandingan internasional tersebut dirancang untuk menganalisa hubungan antara integrasi sosio-kultural antara populasi masyarakat imigran Muslim di Eropa di satu sisi dan tradisi berbeda dalam hal identitas nasional, kewarganegaraan dan hubungan dengan para pemeluk agama lain. Penelitian pembanding dilaksanakan di Belgia, Jerman, Perancis, Britania Raya, Belanda dan Swiss.
EURISLAM dikoordinasikan oleh Profesor Jean Tillie dari IMES. Partisipan lainnya adalah Ruud Koopmans, Wissenschaftszentrum Berlin für Sozialforschung (WSB); Marco Giugni, Université de Genève; Paul Staham, universitas Britol; Dirk Jacobs, Université Libre de Bruxelles, dan Marco Cinalli, pendiri lembaga Nationale des Sciences Politiques, Paris.
Tanggal dimulainya proyek tersebut tepat jatuh pada 1 Januari 2009. Proyek tersebut dijalankan selama tiga tahun. Sebuah situs untuk proyek tersebut diluncurkan dalam waktu dekat.(suaramedia)

Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Tradisi Unik Muslim Kanada Sambut Pendatang Baru

ISLAM AGAMAKU - Pendatang baru di Calgary disambut hangat oleh semangat barat di Ismaili Muslim Community pada acara tahunan komunitas tersebut, Serbuan Sarapan pada hari Sabtu.
Nuansa sarapan yang multikultural menjadikannya tempat yang populer bagi imigran baru untuk dapat mencicipi budaya Barat pertama mereka, dan tradisi koboi Barat.

Sophia Ramzan, yang pindah ke Kanada dari Pakistan tujuh tahun lalu, mengatakan menonton anaknya tampil dalam Calgary Stampede parade pada hari Jumat adalah saat yang sangat mengharukan baginya.
"Saya merasa saya bangga berada di sini. Ini adalah keputusan yang bijaksana untuk pindah di sini dan menikmati kehidupan secara menyeluruh," ujarnya.
Rozina Manji, yang selama ini telah membalik pankuk pada sarapan pagi sejak acara tersebut dimulai 13 tahun lalu, datang ke Calgary dari Kenya.
Katanya pertama kali melihat kerumunan orang dalam acara yang terfokus pada rodeo tersebut dapat menjadi sebuah kejutan budaya (culture shock) bagi beberapa orang.
"Berpakaian seperti orang barat, berbaris dan menari dan semua hiburan yang ada, adalah tradisi barat sehingga mungkin menjadi hal baru bagi mereka."
Jason Kenney, Menteri federal kewarganegaraan, imigrasi dan multikulturalisme, ini adalah pengalaman baru bagi warga pendatang.
"Sangat luar biasa melihat banyak penduduk baru Kanada dan Calgary, berada di sana sedang berkenalan dengan semangat Barat, Barat dan akar sejarah dari Calgary," ujarnya.
"Ini adalah identitas yang hebat. Ini mengenai kebebasan, ini tentang keterbukaan, ini tentang peluang baru dan mengapa pendatang yang datang ke Kanada.”
Kenney, anggota parlemen Calgary juga mengatakan, pendekatan pluralisme Kanada berhasil.
"Orang-orang datang dan mereka ingin berintegrasi. Mereka ingin mempertahankan identitas mereka sendiri dan mereka juga mengadopsi identitas lokal Kanada, dan itulah apa yang terjadi," katanya.
Komunitas Muslim di Ismaili menjamu hampir 5.000 peserta dalam acara tahunan Serbuan Sarapan.
Awal bulan ini Ismaili Muslim Community juga mengisi acara kota Edmonton dimana orang-orang yang berpakaian merah dan putih berbondong-bondong melambaikan dan memakai bendera Edmonton dan mengisi jalan-jalan dan taman pada hari perayaan ulang tahun Kanada yang ke-142 yang jatuh pada tanggal 1 July.
Dimulai pada jam 7 pagi ribuan orang muncul di Alberta legislatur di mana beberapa tamu khusus mendapatkan sarapan panekuk gratis yang dimasak oleh beberapa anggota Ismaili Muslim Community of Edmonton.
Pemimpin Federal Liberal Michael Ignatieff sedang beristirahat dari melayani pancakes dan semangka untuk berbicara tentang makna di balik Hari Kanada. Ia mengacu ke beragamnya keramaian yang sedang sarapan sebagai contoh bagaimana Kanada harus bangga.
"Seluruh warga Kanada dari berbagai tipe masyarakat apapun semuanya berkumpul ... ini adalah perasaan yang hebat, "katanya.(suaramedia)
Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Kehadiran Sekolah Islam Nashville Tangkis Pengaruh Jahat Barat

ISLAM AGAMAKU - Sebagai seorang imigran, Mohammed Ali berharap putrinya akan terus mengingat asal usulnya.
Untuk itu, setiap pagi ia menyetir selama 45 menit dari Murfreesboro ke Bellevue, agar putrinya dapat menempuh pendidikan di Akademi Internasional Nashville. Di sana, selain belajar membaca dan bermain dengan teman-temannya, sang putri juga belajar bahasa Arab.

“Saya ingin ia memahami bahasa ibunya,” ujar Ali, seorang keturunan Mesir. “Saya juga ingin ia mengenal agamanya.”
Putri Ali merupakan salah satu dari 84 murid di sebuah akademi pendidikan dasar yang berada di sebuah bangunan baru di Charlotte Pike. Pengurus sekolah berharap gedung baru seharga $ 1.2 juta itu akan menjadikan akademi itu tumbuh lebih besar.
“Kami sangat ambisius,” ujar Amiri Yasin Al-Hadid, mantan profesor Universitas Negara Bagian Tennesee yang menjabat sebagai Kepala Sekolah. “Kami ingin menawarkan sebuah pendidikan berkelas dunia.”
Al-Hadid bercita-cita menjadikan lokasi itu sebagai pusat pertumbuhan komunitas Islam di Bellevue. Sekitar 1.500 Muslim tinggal di wilayah itu dan angka itu diharapkan akan terus tumbuh.
“Masjid akan menjadi tonggaknya,” ujar Al-Hadid. “Kami harus mengembangkan sekolah ini di saat yang bersamaan sehingga generasi mendatang yang akan datang ke Masjid. Kita tidak dapat mengembangkan sebuah Masjid atau gereja hanya dengan warga senior saja.”
Seperti sekolah agama swasta lainnya, akademi ini, yang didirikan tahun 1996, memiliki dua tujuan utama.
Pertama adalah menguatkan keyakinan agama murid-muridnya. Hal itu termasuk memberikan pelajaran bahasa Arab dan dasar-dasar Islam, selain juga menumbuhkan nilai-nilai yang kuat.
“Kami harus memberikan petunjuk moral pada anak-anak kami,” ujar Al-Hadid.
Yang kedua adalah mempersiapkan mereka agar menjadi orang yang berhasil. Sejalan dengan studi Islam, murid-murid diharapkan dapat menguasai baca tulis, matematika, limu pengetahuan alam, dan ilmu sosial. Sejak taman kanak-kanak, para guru menekankan pada pentingnya pendidikan tinggi.
Hala Zein-Sabatto, yang baru lulus dari SMA Hillwood sebagai lulusan terbaik, berterima kasih pada akademi atas kesuksesannya. Zein-Sabatto, yang berencana akan mengambil studi biologi di Universitas Vanderbilt musim gugur ini, memulai pendidikannya di sekolah Muslim tersebut akhir 1990an. Pada masa-masa itu, sekolah diselenggarakan di sebuah rumah dan kelas-kelasnya pun kecil.
“Guru saya waktu itu adalah teman ibu saya,” ujarnya. “Itu seperti sebuah keluarga besar.”
Bersama dengan tantangan menjadi anak seorang imigran – keluarganya berasal dari Syria – Zein-Sabatto mengatakan bahwa tumbuh sebagai seorang Muslim di Bible Belt membuatnya merasa seperti orang asing. Pergi ke sekolah dengan murid-murid Muslim lainnya membantunya merasa normal.
“Mereka mengajarkan asal-usul saya,” ujarnya. “Sekolah itu memberikan rasa percaya diri akan identitas diri saya yang sebenarnya, terutama tentang mengenakan kerudung dan menjadi seorang Muslim”
Itu merupakan sebuah pengalaman umum bagi para murid di akademi tersebut. Banyak dari mereka yang datang dari keluarga imigran dan berusaha memahami apa artinya menjadi seorang Muslim dan seorang Amerika, ujar Al-Hadid.
Tantangan yang Dihadapi Banyak Keluarga
Ather Khan, bendahara sekolah, berencana mendaftarkan putranya ke taman kanak-kanak akademi itu tahun depan. Khan, seorang sukarelawan yang mengelola keuangan sekolah, mengatakan bahwa ia menginginkan yang terbaik bagi putranya. Ia mencemaskan berbagai godaan yang harus dihadapi anak-anak yang tumbuh di Amerika.
Budaya Amerika adalah sebuah tantangan bagi orangtua Muslim, ujar Khan. Sejalan dengan halangan bahasa dan budaya, mereka juga dihadapkan pada jam kerja yang panjang.
“Kami berusaha beradaptasi dengan budaya dan gaya hidup Amerika – orangtua tidak punya waktu lagi untuk dihabiskan bersama anak-anaknya,” ujarnya.
Sekolah-sekolah seperti Akademi Internasional Nashville membantu para orangtua Muslim menghadapi tantangan-tantangan itu, ujar Karen Keyworth, salah satu direktur Perkumpulan Sekolah Islam di Amerika.
Meskipun sekolah Islam telah ada di Amerika sejak tahun 1930an, jumlahnya masih di bawah 60 pada tahun 1990an. Angka tersebut tumbuh menjadi sekitar 240 sekolah, termasuk empat di Tennessee.
Hari ini, sebagian besar sekolah beroperasi seperti Akademi Nashville, memiliki gedung permanen dan perencanaan masa depan. Kelanjutan keberhasilan mereka bergantung pada perkembangan program-program akademis dengan kualitas tinggi, ujar Keyworth.
Keyworth mengakui bahwa beberapa nonMuslim takut akan sekolah Islam, menganggapnya sebagai pusat pelatihan kelompok radikal. Namun, ia menepis pemikiran itu dan mengatakan bahwa para orangtua Muslim terutama mengkhawatirkan nilai-nilai dan kemampuan akademis yang dipelajari anak-anaknya.
“Tidak ada cukup ruang untuk mengajarkan radikalisme ketika semua orangtua hanya ingin anaknya dapat kuliah di Harvard,” ujarnya.
Al-Hadid mengandalkan prestasi akademis sekolahnya untuk menarik minat murid-murid Muslim dan nonMuslim untuk menempuh pendidikan di Akademi Nashville. Ia mengatakan bahwa beberapa keluarga Muslim mengirimkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah Katolik, seperti SMA Father Ryan.
“Kami yakin prestasi akademis kami akan menarik minat pasar,” ujarnya.
“Dapatkah seorang nonMuslim bersekolah di sini? Tentu saja.”
Gedung sekolah yang baru merupakan tahap awal pembangunan di wilayah Charlotte Avenue yang dimiliki Masyarakat Islam Nashville. Masyarakat ini berharap dapat menambahkan sebuah pusat komunitas, pusat kebugaran, dan sebuah Masjid.
Tanggal 20 Juni lalu sekolah ini mengadakan upacara kelulusan murid-muridnya. Upacara dimulai pukul 10 pagi dengan pidato sambutan yang dibacakan oleh Vincent Durnan, direktur Sekolah Universitas Nashville.
Saat ini para sukarelawan sedang mengumpulkan dana untuk masa depan sekolah. Sebagai sebuah sekolah nonprofit, segala sesuatunya sangat sulit, ujar Khan, dan mengumpulkan dana merupakan sebuah tantangan dalam situasi ekonomi saat ini. Namun, ia tetap yakin segalanya akan berjalan dengan lancar.(suaramedia)
Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Karya Agung Ilmuwan Islam Bangkitkan Kekaguman AS

ISLAM AGAMAKU - Sebuah pameran penemuan-penemuan oleh para ilmuwan Muslim membuat AS berdecak kagum. (SuaraMedia News)HOUSTON, AS (SuaraMedia News) - Saat berbicara mengenai sejarah penerbangan, nama-nama seperti Wright brothers, Charles Lindbergh atau Chuck Yeager muncul dalam pikiran. Tetapi bagaimana dengan Abbas bin Firnas?

Sangat sedikit orang mengetahui bahwa ini sarjana Muslim ini mengikat dirinya ke sebuah perangkat terbang layang berbulu di Cordoba, Spanyol, pada abad kesembilan dan melakukan penerbangan berpilot pertama dalam sejarah.
John H. Lienhard, seorang profesor di departmen mesin mekanis dan sejarah di University of Houston, mengakui penerbangan ini dalam karyanya yang menuai penghargaan, The Engines of Our Ingenuity.
Sebuah model dari mesin terbang ini berada dalam sebuah pameran adalah diantara banyak mesin lainnya di pameran seni Sultans of Science: 1000 Years of Knowledge Rediscovered, di Pusat Da'wah Islam di Houston hingga September mendatang.
Pameran yang pertama dibuka minggu lalu ini dilaksanakan untuk menghormati kontribusi dari para ilmuwan Muslim dari abad ke delapan abad 18, yang dikenal sebagai Era Keemasan dalam Dunia Islam.
Pameran ini berfokus pada disiplin ilmu yang berbeda seperti seni, astronomi, penemuan, ilmu optik, matematika dan arsitektur.
Pameran ini juga menawarkan kegiatan hands-on, model perangkat mesin yang diciptakan ulang dan peta interaktif yang membawa pengunjung kembali ke era-era abad pertengahan.
Pengunjung dapat memegang sensor denyut nadi untuk melihat detak jantung mereka ditampilkan pada latar belakang dari diagaram Ibnu Nafi mengenai sistem peredaran darah manusia. Atau mereka dapat menggunakan replika kuadran Islam untuk mengukur sudut antara dua bintang.
Rangkaian pada optik yang menampilkan karya-karya fisikawan Muslim abad ke-10, Al-Haytham, yang menciptakan kamera pinhole (sistem kamera sederhana tanpa lensa, hanya menggunakan media sebuah lubang.red) dan menemukan bagaimana mata bekerja. Pengunjung dapaKamera Pinholet melakukan percobaan di laboratorium optik Al-Haytham menggunakan lensa cekung dan cembung, prisma dan model kamera yang diciptakan olehnya.
Daya tarik lain adalah model jam gajah yang dirancang oleh insinyur Muslim, Al-Jazari. Ini merupakan jam yang pertama yang memanfaatkan aliran air untuk mengatur pengaturan waktu.
"Kami tahu pameran nonreligious ini akan menarik perhatian masyarakat Houston karena sifatnya yang memandu secara mandiri dan tidak memaksa," kata Ameer Abuhalimeh, direktur eksekutif Pusat Da'wah Islam.
Dia mengatakan pameran ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran mengenai kontribusi umat Islam dalam bidang pembelajaran dan menekankan pentingnya pembangunan jembatan antara peradaban.
Pameran diadakan oleh MTE Studios, yang berbasis di Cape Town daJam Gajah Al-Jazarin Dubai, yang merancang Ibnu Battuta Mall, sebuah pusat perbelanjaan tematik di Dubai. Yang dipamerkan pada pameran di Pusat Da'wah ini merupakan replika kecil dari yang dipamerkan di mal tersebut.
Ibnu Battuta adalah seorang penjelajah Muslim dari Maroko yang melakukan perjalanan sepanjang 75.000 mil dan mengunjungi 40 negara dalam 28 tahun. Pada bagian penjelajah dari pameran ini memberitahu cerita tentang pria ini.
Abuhalimeh mengatakan bahwa untuk melengkapi pameran, Houston Museum of Natural Science juga menampilkan film perjalanan ke Mekkah dalam format IMAX, yang merupakan film dokumenter berdasarkan dari perjalanan Battuta.
Joanne Haring Kinga, seorang anggota panitia pameran, mengatakan ia berharap acara ini memperkenalkan kepada orang-orang tentang karya-karya Islam. Katanya dia memiliki minat khusus di dunia Muslim, karena ia pernah menjabat sebagai konsul kehormatan umum warga Pakistan dan Maroko di Houston.(suaramedia)

Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Wilayah Muslim Xinjiang di China Diisolasi Pasca Aksi Protes

ISLAM AGAMAKU - Xinjiang, wilayah China yang mayoritas penduduknya Muslim diisolasi oleh aparat keamanan Negeri Tirai Bambu menyusul aksi massa yang berakhir dengan bentrokan dengan aparat hari Minggu (5/7) kemarin. Akibat bentrokan itu, 140 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Kantor berita Xinhua melaporkan, pemerintah setempat tidak menyebutkan berapa banyak orang yang terlibat dalam kekacauan itu. Pihak pemerintah mengatakan bahwa mereka terpaksa mengerahkan aparat kepolisiannya untuk mengendalikan massa yang berkumpul di sejumlah titik di pusat kota dan mulai melakukan aksi anarkis seperti melempari bis-bis, membakar sejumlah kendaraan bermotor dan melakukan penjarahan.
Masih menurut Xinhua, mereka yang tewas dalam bentrokan antara massa dan aparat kemarin adalah warga biasa dari etnis Han. Namun Xinhua tidak menyebutkan apakah massa yang terlibat bentrokan hanya dari satu etnis tertentu dan apa motif dibalik aksi massa yang berujung dengan bentrokan itu.
Seorang saksi mata yang tidak mau disbeut namanya mengatakan, awalnya cuma beberapa ratus orang saja yang melakukan aksi protes, tapi kemudian jumlahnya mencapai ribuan. Para pengunjuk rasa berjalan ke pusat kota Urumqi-ibukota Xinjiang-, mengalihkan arus lalu lintas dan mulai melempari bis-bis yang lewat. Tak berapa lama, ribuan polisi anti huru hara datang dan dengan menggunakan gas air mata serta mobil penyemprot air membubarkan aksi massa.
Sejumlah organisasi advokasi Muslim Uighur yang menjadi penduduk mayoritas di Xinjiang mengatakan bahwa aksi protes itu dipicu oleh kebijakan yang diskriminatif serta kontrol terhadap budaya dan agama yang dilakukan pemerintah China. Menurut Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Muslim Uighur yang berbasis di Jerman, ribuan pengunjuk rasa itu meminta penjelasan dan mendesak pemerintah pusat untuk menghentikan diskriminasi etnis.
"Kemarahan ini sudah berlangsung sejak lama," kata Raxit. Tapi tuntutan Muslim Uighur tidak pernah digubris oleh pemerintah China. Muslim Uighur yang jumlahnya lebih dari 8 juta orang di Xinjiang malah sering menjadi sasaran penangkapan aparat China.(eramuslim)

Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Tokoh Evangelis AS Usulkan Koalisi Muslim-Kristen

ISLAM AGAMAKU - Tokoh Kristen Evangelis di AS, Pastor Rick Warren mengajak umat Kristen dan Muslim untuk bekerjasama melawan prasangka dan sikap saling curiga. Ia mengatakan, Kristen dan Islam adalah "dua agama terbesar di planet ini" dan para penganutnya harus mulai melakukan sesuatu untuk bersama-sama memecahkan persoalan global, mengembangkan sikap saling menghormati dan menciptakan perdamaian.

"Bicara saja memang mudah. Saya tidak berminat dengan dialog antar agama, saya hanya berminat dengan kerjasama antar umat beragama. Sudah saatnya kita melakukan sesuatu, sudah saatnya kita saling menghormati," kata Warren dalam pidatonya dalam konvensi tahunan organisasi Islamic Society of North American (ISNA) di Washington DC.
Warren datang ke acara itu sebagai undangan dan ia menyatakan siap menerima kritik dari kalangan agamanya sendiri karena telah menghadiri acara tahunan organisasi Muslim Amerika Utara itu. ISNA menghadirkan sekitar 300 tokoh yang akan memberikan ceramah yang terkait dengan berbagai isu yang menyangkut kehidupan komunitas Muslim di Amerika dan dunia, mulai dari masalah spiritual, ekonomi pembangunan, masalah keluarga dan perbankan.
Dalam pidatonya, Warren mengatakan umat Kristiani dan Muslim sering menjadi korban stereotipe. Oleh sebab itu, umat Kristiani dan Muslim harus berkoalisi untuk melawan stereotipe itu. dan bekerja sama memecahkan "lima persoalan global" yang mendesak seperti masalah kemiskinan, korupsi, wabah penyakit dan buta aksara dan perdamaian.
Namun Warren tidak menyinggung sikap anti-Muslim dan Islamofobia di AS yang kerap menyulitkan komunitas Muslim, terutama setelah peristiwa serangan 11 September 2001. Komunitas Muslim mengalami diskriminasi dan menjadi korban stereotipe baik dari sisi identitas mereka sebagai Muslim maupun terhadap agama Islam yang mereka anut.
Survei yang pernah dilakukan Pew Research Center for the People dan Press and the Pew Forum on Religion and Public Life menemukan fakta bahwa media massa telah memainkan peran yang besar dalam memicu sikap negatif masyarakat AS terhadap Islam dan Muslim.
Union for Reform Judaism (URJ), sebuah gerakan Yahudi terbesar di AS bahkan ikut mengecam media massa dan para politisi AS yang dianggap telah mendemonisasi Islam dan menampilkan wajah Islam sebagai "figur setan". Warren tidak menampik hal itu. Ia mengakui bahwa media berperan dalam menimbulkan sikap kebencian terhadap Islam dan Muslim untuk menimbulkan konflik.
"Cara paling cepat untuk menaikkan rating di televisi adalah dengan menciptakan konflik," ujar Warren memberi permisalan. "Saya mencintai tetangga-tetangga saya yang Muslim dan saya mengasihi Anda semua," tukas Warren menutup pidatonya di hadapan hadirin peserta konvensi ISNA.(eramuslim)

Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Zurich Bersiap Sambut Ramadhan

ISLAM AGAMAKU - Hotel-hotel dan tempat bisnis di Zurich, Switzerland, tengah sibuk. Mereka mempersiapkan diri untuk memberi pelayanan terbaik kepada para tamu Muslim selama bulan suci puasa Ramadan yang tak lama lagi tiba.
"Direktur hotel telah diberi informasi tentang waktu-waktu orang berpuasa dan ketika orang berbuka serta apa yang boleh mereka makan," ujar wakil presiden Asosiasi Organisasi Islam Zurich, Hassan Abo Youssef, seperti yang dikutip oleh Swissinfo. Pemilik hotel bersama grup Muslim mendiskusikan bagaimana mengakomodasi kebutuhan para klien Muslim selama bulan suci tersebut.

Serangkaian pelatihan pun telah dilakukan di kalangan pemilik hotel di dalam kota tersebut. "Mereka mempelajari bagaimana tamu makan saat matahari terbenam dan menyantap menu sebelum fajar," papar Abo Youssef. Persiapan itu sendiri, menurut Abo Youssef, dilakukan di tengah-tengah puncak kunjungan turis Muslim di Zurich.
Di Jenewa dan Switzerland yang umumnya berbahasa Perancis, lebih mudah menyesuaikan dengan tamu Ramadan, karena mereka berada di resor-resor pegunungan," kata jurubicra Badan Turisme Zurich, Maurus Lauber. "Namun di kota lebih besar, yang didominasi bahasa Jerman, seperti Zurich, Basel, Lucerne, tidak sepenuhnya siap untuk klien-klien tipe tersebut," lanjut Maurus.
Oleh karena itu, Badan Turisme Zurich telah menyiapkan daftar hotel yang siap menawarkan layanan ramah-Ramadhan kepada tamu-tamu Muslim. Dalam daftar tersebut termasuk alamat masjid-masjid kota, ruang ibadah dan sajadah di hotel-hotel sekaligus surat kabar berbahasa Arab.
Sekitar 62 ribu turis Arab mengunjungi Zurich dalam empat tahun terkahir. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibanding empat tahun sebelum.
"Mereka menemukan Zurich sebagai kota besar yang menawarkan banyak hiburan kebudayaan, kehidupan malam, dan wisata belanja," tutur Maurus. "Banyak para turis Arab yang mengalami itu menceritakan kepada teman-teman mereka. Itulah yang membuat turis semakin meningkat," ungkapnya.
Para pelancong Arab kerap bepergian di dalam kelompok besar dan tiap orang menghabiskan rata-rata SFr500 atau sekitar Rp4,7 juta perhari. "Hotel kami sangat menarik untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hotel-hotel tidak ingin mengecewakan teman-teman baru mereka," kata Maurus (rpblk)

Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Mahasiswa Islam Thailand Senang Kuliah di Univa

ISLAM AGAMAKU - Sejumlah mahasiswa Thailand mengaku senang kuliah di Universitas Al Washliyah (Univa) Medan. Mereka menilai, para dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi swasta itu sangat ramah, pandai bergaul, dan tidak membeda-bedakan orang asing. "Saya merasa senang kuliah di Univa, apalagi para dosennya juga berpengalaman," kata Fatlina, mahasiswi asal Provinsi Yala, Thailand di Medan, Senin (6/7).

Fatlina merupakan seorang di antara sejumlah mahasiswi Fakultas Tarbiyah Univa. Mahasiswi Thailand lainnya yang juga menimba ilmu di fakultas itu antara lain Fatma, Nurliana, Fauziah dan Aminah. Fatlina mengaku tertarik kuliah di Univa Medan karena perguruan tinggi itu dikenal banyak melahirkan ulama handal. "Para alumni Univa juga banyak yang kemudian melanjutkan pendidikan ke luar negeri seperti ke Mesir," katanya.
Ia mengaku mengenal Univa dari sejumlah warga Thailand yang pernah belajar di perguruan tinggi tersebut. Ia juga mengaku menyukai Fakultas Tarbiyah karena dia bercita-cita menjadi seorang pendakwah dan mengembangkan ajaran Islam di negeri asalnya.
Ditanya mengapa harus kuliah di Indonesia, Fatlina mengatakan, di Thailand tidak ada perguruan tinggi yang membuka Fakultas Tarbiyah seperti di Indonesia. "Di negara saya hanya ada Fakultas Hukum, Ekonomi, Teknik, Pertanian dan Perikanan. Jadi saya memilih belajar ke Indonesia untuk menimba ilmu agama Islam," ujarnya.
Univa yang berdiri tahun 1958 dewasa ini memiliki enam fakultas, yakni fakultas pertanian, fakultas hukum, fakultas ekonomi, fakultas ilmu keguruan dan pendidikan, fakultas teknik dan fakultas tarbiyah, dengan jumlah mahasiswa mencapai 6.500 orang.(ant)

Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Depag dan Depkumham Siapkan 230 Ribu Buku Paspor

ISLAM AGAMAKU - Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Departemen Agama (Depag), Abdul Ghofur Djawahir, menginformasikan bahwa Depag tengah melakukan pembahasan dengan Departemen Hukum dan HAM (Depkumham) mengenai mekanisme pembuatan paspor hijau bagi calon jamaah haji. Karena itulah, Depag belum bisa menyosialisasikan penggunaan paspor hijau kepada seluruh calon jamaah haji dan penyelenggara haji.
"Kami belum selesai rapat. Sistem paspor haji masih dalam pembahasan," tegasnya kepada Republika, Senin (6/7) di Jakarta.

Abdul Ghofur menyatakan, Depag dan Dephukham telah membuat kesepakatan untuk menyediakan 230 ribu buku paspor internasional untuk calon jamaah haji tahun ini. "Buku paspor sebanyak 230 ribu sudah tersedia. Ini untuk meringankan beban jamaah haji dalam pembuatan paspor," katanya.
Menurut Abdul Ghofur, setelah selesai rapat pembahasan mekanisme pembuatan paspor hijau antara Depag dan Dephukham, maka Depag akan segera melakukan sosialisasi kepada seluruh jamaah haji dan penyelenggara haji. "Sosialisasi akan dilakukan sesegera mungkin sebelum waktu keberangkatan haji. Mudah-mudahan rapat selesai bulan Juli, dan bulan Agustus sudah bisa disosialisasikan," katanya.
Mengenai pengumuman pelunasan angsuran kedua biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), Abdul Ghofur menjelaskan akan mengumumkannya usai pesta demokrasi, Pemilu 2009. "Mudah-mudahan pekan depan Menag sudah bisa umumkan mengenai BPIH," ujarnya.(ant)
Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

140 Tewas dalam Kerusuhan di Xinjiang

ISLAM AGAMAKU - China mengatakan kerusuhan yang melanda ibukota wilayah Xinjiang, China barat, Ahad kemarin menewaskan 140 orang dan pemerintah menyebut aksi kekerasan etnik itu satu persekongkolan menentang kekuasaannya.
Penduduk lokal turun ke jalan-jalan ibukota Urumqi, membakar dan merusak kendaraan-kendaraan dan terlibat bentrokan dengan polisi dan pasukan anti huru hara.

Jumlah korban tewas akibat kerusuhan itu meningkat menjadi 140 orang, kata kantor berita setengah resmi China News Agency mengutip Li Zhi, Pemimpin Partai Komunis Kota Urumqi, dalam jumpa pers Senin pagi.
Sebuah laporan terpisah dari kantor berita resmi Xinhua mengatakan kerusuhan itu mencederai 816 orang, menurut pihak berwenang polisi wilayah itu. Laporan itu menyebutkan jumlah yang tewas mencapai 129 orang.
Pemerintah menyebut jumlah orang yang turun ke jalan-jalan, Ahad 300 sampai 500 orang sementara sumber-sumber lainnya menyatakan 3.000 orang.
Polisi China menahan "ratusan orang" yang ikut serta dalam kerusuhan itu, termasuk lebih dari 10 pemain utama yang menghasut aksi kekerasan itu, kata Xinhua.
Kerusuhan itu terjadi setelah satu protes di Urumqi-- sebuah kota berpenduduk 2,3 juta jiwa 3.270km sebelah barat Beijing - terhadap penanganan pemerintah atas bentrokan Juni lalu antara para pekerja pabrik etnik Uighur dan Han China di China selatan, tempat dua warga Uighur tewas di Shaogan.
Pada Senin pagi "situasi berhasil dikendalikan", kata Xinhua. Tidaka ada segera laporan-laporan tentang aksi kekerasan di daerah-daerah lain Xinjiang.
Tetapi seorang pejabat senior di sana menyampaikan pernyataan pemerintah bahwa aksi kekerasan itu adalah perbuatan kekuatan-kekuatan garis keras di luar negeri yang membuat pemerintah memberlakukan tindakan tegas keamanan di wilayah yang sudah tegang dan strategis dekat Pakistan dan Asia tengah itu.
"Setelah insiden (Shaogan) tiga kelompok di luar negeri berusaha menghasut dan menggunakan kesempatan untuk menyerang kami, menghasut protes-protes di jalan, kata Nuer Baikeli, gubernur Xinjiang dalam satu pidato di televisi Xinjiang.
"Tiga kekuatan ini mengacu pada kelompok-kelompok yang menurut pemerintah terlibat dalam aksi separatisme, aksi garis keras dan ekstremisme agama.
"Di Xinjiang tidak ada gunanya berbicara tanpa stabilitas," kata Nuer Baikeli, seorang etnik Uighur.
Para pejabat memerintahkan larangan lalu lintas di jalan-jalan di beberapa bagian Urumqi untuk menjamin tidak ada kerusuhan baru, tambah Xinhua.
"Kota itu pada hakekatnya berada dalam keadaan darurat," kata Yang Jin, seorang pedagang buah-buahan di Urumqi, melalui telepon.
Seorang pejabat China yang tidak disebutkan namanya mengatakan "kerusuhan itu diotaki oleh Kongres Uighur Dunia yang dipimpin Rebiya Kadeer," kata Xinhua.
Rebiya Kadeer adalah seorang wanita pengusaha dari etnik Uighur kini tinggal di AS setelah bertahun-tahun dipenjarakan, dan dituduh terlibat kegiatan-kegiatan separatis. Ia tidak menjawab pesan telepon untuk diminta komentar.
Tetapi kelompok-kelompok Uighur di pengasingan menolak klaim pemerintah adanya satu persekongkolan. Mereka mengatakan kerusuhan itu meletus akibat kemarahan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dan dominasi etnik Han China atas peluang-peluang ekonomi.
"Mereka menyalahkan kami sebagai satu jalan untuk mengalihkan perhatian terhadap Uighur dari diskriminasi dan penindasan yang memicu terjadinya protes itu," kata Dilxst Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia di pengasingan di Swedia.
"Pada awalnya unjuk rasa itu berjalan damai. Ada ribuan orang meneriakkan yal-yel hentikan diskriminasi etnik ... Mereka lelah berdiam diri."
Xinjiang adalah pintu keluar masuk dalam hubungan perdagangan dan energi dengan Asia tengah, dan kaya akan gas, barang tambang dan produksi pertanian. Tetapi banyak warga Uighur mengatakan mereka menikmati sedikit dari hasil kekayaan itu.
Hampir separuh dari 20 juta jiwa penduduk Xinjiang adalah etnik Uighur. Penduduk Urumqi sebagian besar etnik Han China, dan kota itu berada dalam keamanan polisi yang ketat bahkan pada saat normal.(ant)

Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Syahwat Politik

ISLAM AGAMAKU - Pada suatu hari, Abu Dzar al-Ghifari meminta kepada Rasulullah SAW agar diangkat menjadi pejabat. Tapi, Nabi SAW menolaknya.Sambil menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu, kepadanya Nabi SAW berkata, ''Tidak, Abu Dzar, engkau orang lemah. Ketahuilah, jabatan itu amanah. Ia kelak di hari kiamat merupakan kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkannya dengan benar dan melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan benar pula.'' (HR Bukhari).

Imam Nawawi menyebut hadis di atas merupakan pedoman dasar dalam berpolitik. Politik dapat menjadi sumber petaka bagi orang yang tidak mampu dan tidak bertanggung jawab.Sebaliknya, kata Nawawi, politik dapat pula menjadi ladang pengabdian dan amal saleh yang subur bagi orang yang mampu dan bertanggung jawab. Politik (kekuasaan) bukan sesuatu yang buruk. Ia ibarat pisau bermata dua; bisa baik dan buruk.
Ia menjadi baik dengan tiga syarat, seperti disebut dalam hadis di atas, yaitu berada di tangan orang yang tepat (capable ), diperoleh dengan cara yang benar (acceptable ), dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat (responsible ).
Sayangnya, dalam percaturan politik, orang kerap hanya bicara satu hal, yaitu bagaimana merebut kekuasaan dan mencapai tahta, bukan bagaimana mempergunakan kekuasaan itu serta mempertanggungjawabkannya kepada rakyat, dan terlebih lagi kepada Tuhan, Allah SWT. Diakui, kuasa (tahta) memang menggiurkan. Sebab, dengan tahta, orang membayangkan dapat mencapai semua impian dan keinginannya. Menurut Imam Ghazali, dibanding harta, tahta jauh lebih menggoda.
Ada tiga alasan mengapa demikian. Pertama, kuasa (tahta) dapat menjadi alat (wasilah) untuk memperbanyak harta. Dengan tahta, seorang bisa memperkaya diri.
Tidak demikian sebaliknya. Orang yang telah menghabiskan seluruh hartanya, tidak dengan sendirinya ia bisa mencapai tahta.Kedua, pengaruh kekuasaan relatif lebih kuat dan lebih lama. Harta, kata Imam Ghazali, bisa hilang karena dicuri atau berkurang karena inflasi.
Tidak demikian dengan kekuasaan. Kekuasaan dalam arti pengaruh seorang pemimpin di hati para pengikut dan pendukungnya, tak akan pernah hilang dan berkurang. Ketiga, kekuasaan menimbulkan dampak publikasi dan popularitas yang sangat luas. Begitu seorang memenangkan pemilihan umum, misalnya, maka namanya akan terkerek tinggi.Dalam sekejap, ia akan dikenal dan tersohor di seluruh negeri, bahkan di seluruh dunia. Tak heran bila kekuasaan terus diburu dan diperebutkan oleh manusia sepanjang masa.(rpblk)

Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Pilih Capres Aspiratif terhadap Umat Islam

ISLAM AGAMAKU - Sekitar 40 organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) berkumpul di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (6/7). Ormas Islam yang hadir di antaranya NU, Muhammadiyah, ICMI, PUI, DDII, KAHMI, Aisyiyah, dan Muslimat NU.
Mereka merumuskan tausiyah (nasihat) terkait pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden, Rabu (8/7) besok. Setelah hampir dua jam menggelar rapat internal, forum mengeluarkan lima poin nasihat kepada umat Islam menjelang pilpres. Poin-poin kesepakatan dibacakan Ketua MUI, Amidhan.

Dalam salah satu poin nasihatnya, forum meminta kepada segenap bangsa Indonesia khususnya umat Islam untuk konsisten memilih pemimpin sebagaimana kesepakatan ulama di Padang Panjang. Ulama bersepakat mengeluarkan fatwa agar pemilih berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemilihan Suara (TPS).
“Dan memberikan dukungannya hanya kepada satu pasangan capres/cawapres yang diyakini dapat menjamin, melindungi, menampung aspirasi umat Islam,” ujar Amidhan membacakan poin-poin nasehat FUI.
“Serta mampu bekerja keras bagi masa depan Indonesia yang lebih baik,” sambung Amidhan. Selain menyerukan agar pemilih tak golput, FUI juga meminta kepada semua pasangan capres/cawapres, tim sukses, pimpinan parpol, dan lembaga-lembaga negara yang terkait pilpres untuk bersikap tanggap, tanggung jawab, serta melakukan upaya-upaya preventif dan antisipatif berupa jalan keluar terbaik atas permasalahan DPT.
Terhadap KPU, forum mengingatkan agar lembaga tersebut dapat menjamin tegaknya pelaksanaan pilpres yang jujur, adil, bebas, dan rahasia. “Tidak berpihak pada salah satu pasangan capres/cawapres,” tegas Amidhan.
KPU pun harus memperbaiki manajemen penghitungan dan penghimpunan suara yang transparan serta berjanji akan menindak jajarannya yang melakukan pelanggaran. “Gunakan DPT yang benar.”
Kepada presiden, FUI meminta agar presiden melindungi hak-hak setiap warga negara untuk dapat menyalurkan aspirasinya secara bebas dan melindungi bangsa Indonesia dari timbulnya ekses negatif yang diakibatkan oleh kekisruhan DPT. “Caranya dengan mengeluarkan Perppu yang membolehkan penggunaan KTP sebagai bukti pengganti bagi warga negara yang tidak tercantum dalam DPT,” papar Amidhan.
Pada poin terakhir, FUI mengimbau kepada segenap pasangan capres/cawapres dan para pendukungnya untuk mengedepankan sikap arif dan kenegarawanan dalam menyikapi hasil pilpres, menjaga kerukunan, persaudaraan, dan kesatupaduan bangsa Indonesia.
“Serta bersama-sama menjaga dan melindungi bangsa dan tanah air Indonesia dari segala bentuk campur tangan asing,” tandas Amidhan.(rpblk)
Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Steven Indra Terpikat Islam Karena Shalat

ISLAM AGAMAKU - Bagi Steven Indra Wibowo, agama adalah sebuah pilihan hidup. Seperti filosofi yang dianut para leluhurnya, setiap pilihan inilah yang nantinya menjadi pegangan dalam mengarungi bahtera kehidupan. "Bagi saya, Islam adalah pegangan hidup," ujar pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1981.

Sebelum memutuskan memeluk Islam, Indra adalah seorang penganut Katolik yang taat. Ayahnya adalah salah seorang aktivis di GKI (Gereja Kristen Indonesia) dan Gereja Bethel. Di kalangan para aktivis GKI dan Gereja Bethel, ayahnya bertugas sebagai pencari dana di luar negeri bagi pembangunan gereja-gereja di Indonesia. Karena itu, tak mengherankan jika sang ayah menginginkan Indra kelak mengikuti jejaknya dengan menjadi seorang bruder (penyebar ajaran Katolik—Red).
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, sejak usia dini ia sudah digembleng untuk menjadi seorang bruder. Oleh sang ayah, Indra kecil kemudian dimasukkan ke sekolah khusus para calon bruder Pangudi Luhur di Ambarawa, Jawa Tengah.
Hari-harinya ia habiskan di sekolah berasrama itu. Pendidikan kebruderan tersebut ia jalani hingga jenjang SMP. "Setamat dari Pangudi Luhur, saya harus melanjutkan ke sebuah sekolah teologi SMA di bawah Yayasan Pangudi Luhur," ujarnya.
Karena untuk menjadi seorang bruder, minimal harus memiliki ijazah diploma tiga (D3), selepas menamatkan pendidikan teologia di SMA tahun 1999, Indra didaftarkan ke Saint Michael’s College di Worcestershire, Inggris, yaitu sebuah sekolah tinggi khusus Katolik.
Di negeri Ratu Elizabeth itu, pria yang kini menjabat sebagai sekretaris I Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) ini mengambil jurusan Islamologi.
Selama menempuh pendidikan di Saint Michael’s College ini, Indra mempelajari mengenai hadist dalam ajaran Islam. "Intinya, kita mempelajari hadist dan riwayatnya itu untuk mencari celah agar orang Muslim percaya, bahwa apa yang diajarkan dalam agama mereka tidak benar. Memang kita disiapkan untuk menjadi seorang penginjil atau misionaris," paparnya. Bahkan, untuk mengemban tugas sebagai seorang penginjil, ia harus melakoni prosesi disumpah tidak boleh menikah dan harus mengabdikan seluruh hidupnya untuk Tuhan.
Namun, seiring dengan aktivitasnya sebagai seorang penginjil, justru mulai timbul keraguan dalam dirinya atas apa yang ia pelajari selama ini. Apa yang dipelajarinya, bertolak belakang dengan buku-buku yang ia temui di toko-toko buku. Hingga akhirnya, suatu hari tatkala mendatangi sebuah toko buku ternama di Jakarta, ia menemukan sebuah buku karangan Imam Ghazali.
Buku yang mengulas mengenai hadis dan sejarah periwayatannya itu cukup menarik perhatiannya.
Dari semula hanya sekadar iseng membaca gratis sambil berdiri di toko buku tersebut, Indra akhirnya memutuskan untuk membelinya. "Setelah saya baca dan pelajari buku tersebut, ternyata banyak referensi dan penjelasan mengenai hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Akhirnya, saya juga memutuskan untuk membeli buku kumpulan hadis-hadis Bukhari dan Muslim," kata dia.
Berawal dari sini, Indra mulai mengetahui bahwa hadist-hadist yang selama ini dipelajarinya di Saint Michael’s College, ternyata tidak diakui oleh umat Islam sendiri. "Hadist-hadist yang saya pelajari tersebut ternyata maudhu’ (palsu). Dari sana, kemudian saya mulai mencari-cari hadis yang sahih," tukasnya.
Dari Katedral ke Istiqlal
Keinginan Indra untuk mempelajari ajaran Islam, tak hanya sampai di situ. Di sela-sela tugasnya sebagai seorang penganut Katolik, diam-diam Indra mulai mempelajari gerakan shalat. Kegiatan belajar shalat itu ia lakukan selepas menjalankan ritual ibadah Minggu di gereja Katedral, Jakarta. Tak ada yang mengetahui kegiatan 'mengintipnya' itu, kecuali seorang adik laki-lakinya. Namun, sang adik diam saja atas perilakunya itu.
"Ketika waktu shalat zuhur datang dan adzan berkumandang dari seberang (Masjid Istiqlal—Red), kalung salib saya masukkan ke dalam baju, sepatu saya lepas dan titipkan. Kemudian, saya pinjam sandal tukang sapu kebun di Katedral. Setelah habis shalat, saya balik lagi mengenakan kalung salib dan kembali ke Katedral," paparnya.
Aktivitasnya yang 'konyol' di mata sang adik itu, ia lakoni selama dua bulan. Dan, berkat kerja sama sang adik pula, tindakan yang ia lakukan tersebut tidak sampai ketahuan oleh ayahnya.
Dari situ, lanjut Indra, ia baru sebatas mengetahui orang Islam itu shalat empat rakaat dan selama shalat diam semua. Tahap berikutnya, ayah satu orang putri ini mulai belajar shalat maghrib di sebuah masjid di daerah Muara Karang, Jakarta Utara. Ketika itu, ia beserta keluarganya tinggal di wilayah tersebut.
"Dari situ, saya mulai mengetahui ternyata ada juga shalat yang bacaannya keras. Kemudian, saya mulai mempelajari shalat-shalat apa saja yang bacaannya dikeraskan dan tidak." Setelah belajar shalat Zuhur dan Maghrib, ia melanjutkan dengan shalat Isya, Subuh, dan Ashar.
Semua gerakan dan bacaan shalat lima waktu tersebut ia pelajari secara otodidak, yakni dengan cara mengikuti apa yang dilakukan oleh jamaah shalat. Sampai tata cara berwudhu pun, menurut penuturannya, ia pelajari dan hafal dengan menirukan apa yang dilakukan oleh para jamaah shalat.
"Saya lihat orang berwudhu, ingat-ingat gerakannya, baru setelah sepi saya mempraktikkannya. Dan, Alhamdulillah dalam waktu seminggu saya sudah bisa hafal gerakan berwudhu. Begitu juga, dengan gerakan shalat dan bacaannya. Saya melihat gerakan imam dan mendengar bacaannya sambil berusaha mengingat dan menghafalnya," terang Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga), sebuah lembaga yang mewadahi silahturahim, informasi, konsultasi, dan pembinaan agama Islam.
Untuk memperdalam pengetahuannya mengenai tata cara ibadah shalat, Indra pun mencoba mencari tahu arti dan makna dari setiap gerakan serta bacaan dalam shalat, melalui buku-buku panduan shalat yang harganya relatif murah. Melalui shalat ini, ungkap Indra, ia menemukan suatu ibadah yang lebih bermakna, lebih dari hanya sekadar duduk, kemudian mendengarkan orang ceramah dan kadang sambil tertidur, akhirnya tidak dapat apa-apa dan hampa.
"Ibaratnya sebuah bola bowling, tampak di permukaan luarnya keras dan kokoh, tetapi di dalamnya kosong. Berbeda dengan ibadah shalat yang ibaratnya sebuah kelereng kecil, walaupun kecil, di dalamnya padat. Saya lebih memilih menjadi sebuah kelereng kecil daripada bola bowling tersebut," ujarnya mengumpamakan ibadah yang pernah ia lakoni sebelum menjadi Muslim dan sesudahnya.
Tujuh jahitan
Setelah merasa mantap, Indra pun memutuskan untuk masuk Islam dengan dibantu oleh seorang temannya di Serang, Banten. Peristiwa itu terjadi sebelum datangnya bulan Ramadhan di tahun 2000.
Keislamannya ini, kata dia, baru diketahui oleh kedua orang tuanya setelah ia memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Kabar mengenai keislamannya ini diketahui orang tuanya dari para rekan bisnis sang ayah.
Karena mungkin pada waktu itu, papa saya sedang mengerjakan proyek pembangunan resort di wilayah Muara Karang dan Pluit, makanya papa punya banyak kenalan dan teman. Dan, mungkin orang-orang itu sering melihat saya datang ke masjid dan mengenakan peci, makanya dilaporkan ke papa, kenangnya.
Ayahnya pun memutuskan untuk mengirim orang untuk memata-matai setiap aktivitas Indra sehari-hari. Setelah ada bukti nyata, ia kemudian dipanggil dan disidang oleh ayahnya. Saya beri penjelasan kepada beliau bahwa Islam itu bagi saya adalah pegangan hidup.
Di hadapan ayahnya, Indra mengatakan bahwa selama menjalani pendidikan calon bruder, dirinya mendapatkan kenyataan bahwa pastur yang selama ini ia hormati ternyata melakukan perbuatan asusila terhadap para suster. Demikian juga, dengan para frater yang menghamili siswinya dan para bruder yang menjadi homo. Ibaratnya saya pegangan ke sebuah pohon yang ranting-ranting daunnya pada patah, dan saya rasa pohon itu sudah mau tumbang kalau diterpa angin. Sampai akhirnya, saya ketemu dengan sebatang bambu kecil, yang tidak akan patah meski diterpa angin.
Seakan tidak terima dengan penjelasan sang anak, ayahnya pun menampar Indra hingga kepalanya terbentur ke kaca. Beruntung saat kejadian tersebut sang ibu langsung membawa Indra ke Rumah Sakit Atmajaya. Sebagai akibatnya, ia mendapatkan tujuh jahitan di bagian dahinya. Kendati begitu, ibunya tetap tidak bisa menerima keputusan putra pertamanya tersebut.
Tidak hanya mendapatkan tujuh jahitan, oleh ayahnya kemudian Indra diusir setelah dipaksa harus menandatangani surat pernyataan di hadapan notaris, mengenai pelepasan haknya sebagai salah satu pewaris dalam keluarga. Saya tidak boleh menerima semua fasilitas keluarga yang menjadi hak saya, ujarnya. Meski hidup dengan penuh cobaan, ungkap Indra, masih ada Allah SWT yang menyayanginya dan membukakan pintu rezeki untuknya. Salah satunya, proposal pengajuan beasiswa yang ia sampaikan ke Universitas Bina Nusantara (Binus) disetujui. Di Binus juga, ia mempunyai waktu luang dan kesempatan untuk menyampaikan syiar Islam, baik melalui forum-forum pengajian maupun internet.
Karena itu, saya melihat mualaf itu ibaratnya sebuah besi yang baru jadi. Jadi, saatnya Allah menempa kita dan menjadikannya sebilah pedang. Jadi, kalau tidak ditempa, tidak akan tajam, demikian katanya.
Biodata
Nama : Indra Wibowo
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 14 Juli 1981
Masuk Islam : 2000
Status : Menikah dan mempunyai satu orang putri
Pendidikan Akhir : Sarjana (S1) Komunikasi Universitas Padjadjaran
Aktivitas :
- Sekretaris I Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI)
- Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga)(rpblk)

Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Wanita Berjilbab Ditikam oleh Rasis Jerman

ISLAM AGAMAKU - Dalia Shams menghitung hari untuk menyambut cucu terbarunya yang akan datang beserta putrinya, beserta menantu dan cucu pertamanya yang berusia empat tahun. Kini, ia hanya bisa mendapati tubuh putrinya Marwa Al Sherbini, yang ditikam hingga tewas oleh seorang rasis Jerman di dalam ruang sidang pekan lalu.

"Putri saya sedang hamil tiga bulan," ujar Dalia, ibu Marwa yang tinggal di Mesir. "Saya tidak pernah membayangkan ia akan menjadi korban terorisme dan kami akan melihat fotonya di media-media," katanya berduka.
Marwa, 32 tahun ditikam hingga tewas oleh lelaki Jerman kebangsaan Rusia, 28 tahun, dalam ruang pengadilan di wilayah timur kota Dresden, Rabu (1/7) pekan lalu. Ia ditikam 18 kali. Sang suami, yang tengah mendiskusikan gelar Masternya bulan depan, terluka saat mencoba menghalangi untuk melindungi istrinya.
Lelaki itu kini berada di rumah sakit, dalam proses penyembuhan luka tikam dan tembakan polisi yang tak sengaja mengenainya. Sementara tubuh Marwa telah tiba di Kairo, Sabtu (4/7), pekan lalu, demikian menurut Kedutaan Besar Mesir di Berlin.
"Saya tidak pernah membayangkan saya akan kehilangan putri saya seperti ini," ujar Dalia dengan airmata menetes hingga ke dagu. "Alih-alih menyambutnya dengan pelukan dan ciuman, saya kini menerima tubuhnya di dalam peti mati," katanya.
Banyak yang meyakini jika Marwa dibunuh karena jilbah yang ia kenakan, begitu pula adik Marwa. "Saudari saya seorang martir jilbab," ujar Tareq Al Sherbini, adik lelaki Marwa.
Ia mengatakan saudarinya telah berulang kali diserang oleh pembunuhnya, yang berkali-kali mencoba merenggut jilbab dengan paksa dari kepalanya. Saudara Marwa itu juga mendukung tuduhan suami Marwa terhadap polisi Jerman yang lengah dan gagal melindungi saudarinya.
Wanita asal Mesir itu dilaporkan telah diingatkan sebelum sidang, jika ia harus melepas jilbanya untuk menghindari kemungkinan menjadi target penyerangan. "Sehari sebelum pembunuhan, seorang teman Marwa mengatakan ia harus melepaskan jilbabnya, karena berpotensi membahayakan nyawanya," ujar seorang guru besar Fisika di Universitas Alexandria sekaligus teman keluarga Marwa, Hisham Al Askari.
"Ia telah diberitahu jika ia dapat kehilangan nyawanya karena keagamannya," tutur Hisham.
Jilbab telah lama menjadi subjek debat politik yang memanas di Jerman, negara tempat tinggal 3,5 juta Muslim. Beberapa negara bagian di Jerman melarang penggunaan jilbab bagi guru-guru sekolah.
Seorang jaksa penutut umum di Dresden, Christian Avenarius, mengatakan pembunuh, yang bermigrasi ke Jerman pada 2003, telah menyimpan kebencian sangat dalam terhadap Muslim. "Itu sangat nyata, merupakan serangan xenofobia dari serigala fanatis kesepian," ungkapnya.(rpblk)
Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Pimpinan Ponpes Perlu Introspeksi

ISLAM AGAMAKU - Menteri Agama, Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, pimpinan pondok pesantren (Ponpes) perlu instrospeksi untuk mengakui kelemahan yang dimiliki dalam penyelenggaraan pendidikan bagi santrinya. "Mengakui kelemahan menjadi sesuatu yang penting," katanya saat meninjau beberapa Ponpes di Jawa Tengah, Senin (6/7).

Ponpes yang dikunjungi antara lain Raudhotuttolibin Sirau, Banyumas, Al-Ihya Ulumaddin Kesugihan Kidul, Kabupaten Cilacap, dan beberapa ponpes lainnya.
Tatkala mendatangi ponpes tersebut, ia selalu menekankan masalah ini. Pasalnya, kendati basis ponpes sebagai penyelenggara pendidikan keagamaan namun tidak boleh menutup diri. "Ponpes harus mau menerima tambahan materi pelajaran umum sesuai dengan tuntutan zaman," ia menjelaskan.
Dia mengatakan, banyak orangtua malas memasukan anak ke madrasah atau ponpes lantaran ada kekhawatiran di masa datang tak bisa berbuat apa-apa. Padahal anak-anak juga punya hak sama untuk menerima materi pengetahuan umum.
Di sisi lain, katanya, moral bangsa dewasa ini makin memprihatinkan. Salah satu penyebabnya adalah tak diperhatikannya pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. "Santri dari ponpes juga berkeinginan duduk di legislatif," katanya. Sekarang, katanya, ponpes dan madrasah butuh tambahan pengetahuan umum sebagai bekal hidup di masyarakat. Karena jika ingin jadi anggota DPR perlu ijazah, bila mengalami kesulitan akhirnya membeli ijazah.(ant)
Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»

Perppu Paspor Haji akan Dibahas

ISLAM AGAMAKU - Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengungkapkan bahwa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang penggunaan paspor hijau bagi jemaah haji akan dibahas dalam rapat konsultasi antara Presiden dengan Pimpinan DPR.
"Dalam waktu dekat akan ada rapat konsultasi Presiden dan Pimpinan," kata Maftuh dalam perjalanan dinasnya ke Jawa Barat dan Jawa Tengah, Minggu.

Masalah paspor hijau bagi jemaah haji Indonesia menjadi hal serius terkait adanya pemberlakuan dari pemerintah Arab Saudi yang mengharuskan calon jemaah haji menggunakan paspor internasional (paspor hijau).
Sebelumnya Indonesia menggunakan paspor khusus haji, yang dikenal sebagai paspor coklat. Untuk menggunakan paspor internasional (hijau) tentu perlu ada payung hukum mengingat mengubah atau meniadakan paspor coklat berarti UU imigrasi dilanggar.
Untuk itulah perlu ada rapat konsultasi antara Presiden dan Pimpinan DPR, termasuk para pemangku kepentingan lainnya dalam penyelenggaraan ibadah haji, Maftuh menjelaskan.
Ia menjelaskan pula, Mentri Hukum dan HAM Andi Matalata pro aktif dalam menyikapi persoalan tersebut. Karena itu diharapkan jajaran imigrasi ikut menyukseskan dalam memberikan pelayanan kepada calon haji sebagai tamu Allah di tanah suci.(rpblk)
Subscribe to ISLAM AGAMAKU

Selengkapnya »»